Suasana Perang Ahzab begitu mencekam lantaran rasa lapar dan dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Persoalannya ditambah lagi dengan pengepungan orang-orang kafir beserta antek-anteknya. Namun rasa suka dan gembira tetap terbesit di wajah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Terpancar dari raut wajah mereka perasaan optimis yang besar untuk menyambut kemenangan.
baca selengkapnya..
Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas’ul (atau PJ) dakwahnya, "akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan". Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. "Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung." Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana."
baca selengkapnya..
Biar kuncupnya mekar jadi bunga
Ternyata obrolan kita tentang cinta belum selesai. Saya telah menyatakan sebelumnya betapa penting peranan kata dalam mengekspresikan rasa cinta. Tapi bukan satu-satunya bentuk ekspresi rasa cinta. Cinta itu merupakan emosi manusiawi. Karena itu Ia bersifat fluktuatif. Naik turun mengikuti semua anasir di dalam dan di luar diri manusia yang mempengaruhinya. Itulah sebabnya saya juga mengatakan. Mempertahankan dan merawat rasa cinta sesungguhnya jauh lebih sulit dari sekedar menumbuhkannya.
baca selengkapnya..
Berinteraksi tanpa terkontaminasi
Keberadaan atau eksistensi manusia di muka bumi ini mempunyai misi yang jelas dan pasti. Misi yang merupakan tujuan asasi. Ada tiga misi yang diberikan Allah untuk diemban manusia; yaitu misi utama untuk beribadah (QS. 51:56), misi fungsional sebagai khalifah (QS. 2:30) dan misi operasional untuk memakmurkan bumi (QS. 11:61). Namun keberlangsungan dan kelestarian misi ini baru akan terjaga secara benar apabila manusia mau mendengar dan mentaati risalah yang dibawa para Rasul. Hanya saja sayangnya tidak semua manusia mau mengikuti dan menerima seruan mereka, bahkan sebagian besar manusia justru mendustakan dan mengingkari risalah ilahiah tersebut. Allah berfirman:
”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat(untuk menyerukan); ”Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. 16:36)
baca selengkapnya..
Kata militansi memang Iebih sering dipandang negatif oleh rnasyarakat,apalagi pada hari ini, ketika “perang terhadap terorisme” sedang Iantang-lantangnya digaungkan oleh Amerika Sorikat.. Orang seringkali mengaitkan kata ini dengan “kekerasan”“senjata, “kotidakramahan”, atau “intoleransi” Lebih lagi ketika kata ini disandingkan dengan kata Islam, “Islam miIitan’.yang tergambar mungkin sekelompok pemuda berjanggut lebat sedang mengangkat senjata atau bersiap-siap rnelakukan aksi “bunuh din”. Apakah militansi harus selalu harus diartikan seperti itu?
Bagi seorang muslim yang baik, apalagi bagi seorang aktivis da’wah, militansi mutlak diperlukan. Dan karena hal ini merupakan bagian penting dari keislaman seseorang, kita tentu tidak bisa memaknainya kecuali menurut apa yang dikehendaki oleh Islam itu sendiri.
Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
baca selengkapnya..
"Seluruh lembah, gunung, dan gurun yang pernah kulewati, pasti akan selalu kuingat sekaligus kubayangkan segenap strategi yang akan kugunakan, jika suatu saat aku berperang di tempat itu."
baca selengkapnya..
Putriku tercinta!
Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.
baca selengkapnya..
Di sebuah pinggiran kota, seekor kuda tampak berlari-lari kecil menelusuri jalan desa. Di atas punggungnya seorang pemuda menunggangi dengan begitu bersemangat. Sesekali sang kuda meringkik sebagai sambutan dari lecutan kecil tuannya. "Hayo hitam, hebaa…hebaa…," suara sang tuan sambil menepuk punggung belakang kuda.
baca selengkapnya..Degradasi kesolehan dan solusinya
I. MUKADIMAH
Setiap muslim pasti tidak menginginkan keimanan dalam relung kalbunya mengalami kelemahan. Kelemahan ini akan terlihat dari kualitas dan kuantitas amal ibadah dan kesolehannya, satu hal yang merupakan barometer keimanan. Hal tersebut memperlihatkan kenaikan atau degradasi keimanannya.
baca selengkapnya..