KesehatanApril 19, 2006 11:26 pm
Seperti yang kita ketahui, garam sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, sejak ribuan tahun lalu, garam telah digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan pengawet makanan. Siapa sangka, justru keakraban inilah yang menimbulkan masalah kesehatan. Tepatnya, garam dianggap sebagai pemicu penyakit darah tinggi alias hipertensi.

Mengapa garam menjadi berbahaya?
Garam dapur dikenal sebagai Natrium clorida atau NaCl, adalah mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mineral ini bertugas ‘menukar’ zat makanan lama dengan yang baru. Kelancaran proses pertukaran sisa makanan di dalam tubuh, tergantung pada kadar natrium di dalam sel.

Natrium beredar ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah, menumpang pada butir darah merah. Seharusnya butir-butir darah merah hanya mendapat pasokan natrium yang pas. Bila kekurangan, butir darah akan mengempis, sebaliknya bila kelebihan butir darah merah akan mengembang dan berdampak merobek pembuluh darah.

Berapa banyak garam yang dibutuhkan oleh tubuh ?
Dr. Lewis K Dahl, peneliti dari New York mengingatkan, setiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atau 1,5 sendok teh garam setiap hari. Saat ini rata-rata konsumsi garam seseorang setiap hari di dunia adalah 5 sampai 6 gram per hari, bahkan lebih.

Kelebihan konsumsi garam inilah yang memicu gangguan kesehatan manusia saat ini. Jika ingin mempertahankan kesehatan tubuh, sangat disarankan agar kita mengurangi penggunaan garam saat memasak dan meminimalkan konsumsi makanan kalengan (mengandung garam sebagai pengawet).

Tentu saja tidak mudah mengurangi penggunaan garam saat memasak, karena makanan yang dimasak tanpa garam akan terasa hambar. Namun sebenarnya, garam tidak hanya didapatkan melalui tambahan pada masalah, karena garam alami bisa didapatkan tubuh melalui sayuran dan makanan hasil laut.

Besar sekali risiko gangguan kesehatan yang dihadapi jika kita kelebihan garam. Tak ada salahnya mulai memperhitungkan konsumsi garam sejak saat ini.

Semoga tips ini dapat membantu anda dan keluarga dalam menjaga kesehatan.

Salam,

Indra Harjanto

Herbal Information Centre, Dr. Liza
Hotel Salak The Heritage
Jl. Ir. H. Juanda No. 8
Bogor-Indonesia 16121
Phone : 0251 35 27 26
Fax : 0251 347608

Tarbiyah 11:19 pm

Sesungguhnya sebaik-baik waktu yang engkau pergunakan dan engkau manfaatkan sepanjang masa, tiada lain adalah untuk mengkaji sirah (biografi) Nabi SAW, yaitu hari-hari yang dilalui Nabi dalam hidupnya. Upaya ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat-manfaat sebagaimana berikut:

1. Dapat merasakan dan terlibat langsung dengan kehidupan dan peristiwa-peristiwa besar yang dialami oleh umat Islam saat itu. Barangkali, imijinasinya dapat menyentuh dirinya sehingga seakan-akan dirinya termasuk salah seorang yang terlibat langsung dalam peristiwa-peristiwa itu bersama-sama dengan orang-orang mulia, yang telah memikul beban monument keagungan dan kepahlawanan di atas pundaknya.

2. Mengenal berbagai sisi syakhsyiah (kepribadian) Nabi terakhir, cara-cara yang ditempuh dalam menjalani kehidupannya dan dakwah yang diserukannya, baik dalam keadaan damai, aman maupun keadaan perang.

3. Menemukan sisi-sisi kelemahan dan kekuatan, menyingkap sebab-sebab kemenangan dan kekalahan dan dapat menyikapi sebuah peristiwa, betapa pun besarnya peristiwa itu.

4. Dengan mengkajinya umat Islam dapat mengembalikan kepercayaan dirinya, merasa yakin bahwa Allah selalu bersama mereka dan akan membelanya, yaitu jika mereka melaksanakan ibadah dengan sebenar-benarnya dan tunduk terhadap syariat-Nya. Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad (47): 7)

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS. al Mukmin (40 ): 51)

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al Hajj (22): 40)